PSBN MAHATMIYA KEMBALI DIKUNJUNGI DELEGASI DELAPAN NEGARA
Panti Sosial Bina Netra Mahatmiya Bali kembali mendapat kunjungan istimewa guna melihat bagaimana manajemen dan pembinaan para penyandang cacat, kamis(30/7) kemarin. Kali ini dikunjungi tamu dari delapan negara dalam rangka Third country Training Program on Vocational Rehabilitation for Person With Disability. Rombongan tersebut dipimpin Kepala Balai Besar Rehabilitasi Vocasional Bina daksa Cibinong Drs. Edi Masdi, M.Si.
Delapan Negara yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Zimbabwe, Palestina, Filipina, Vietnam, Nepal, Timor Leste, Pakistan dan Thailand. Selain melihat fasilitas yang dimiliki, delegasi ini disambut dengan tarian janger oleh para penghuni panti.
Tujuan utama kegiatan ini, kata Edi Masdi, melihat bagaimana pengelolaaan rehabilitasi yang dilakukan pemerintah dan masyarakat, Indonesia, kata Edi, diberi kepercayaan karena dianggap lebih baik dalam hal rehabilitasi sosial.
Kegiatan ini , kata Edi, merupakan kerja sama sejumlah negara dari tahun 2006 hingga 2010. Kali ini para delegasi yang merupakan pejabat Pejabat Departemen Sosial pemerintah dari negara negara masing-masing berada di Indonesia dalam kegiatan ini selama 42 hari. Selain mengetahui kebijakan pemerintah, mereka juga melihat secara langsung bagaimana pengelolaan dan keberadaan panti sosia, baik milik pemerintah maupun masyarakat.
Para delegasi ini ingin melihat dari dekat bagaimana pemberdayaan penyandang cacat, baik milik pemerintah maupun masyarakat, termasuk yang ada di Bali, terangnya.
Dikatakan Edi Masdi, Pemda dan masyarakat Bali memiliki komitmen yang cukup tinggi dalam pemberdayaan penyandang cacat. Sehingga, katanya, tidak heran, banyak penyandang cacat yang sudah dapat hidup mandir, memilki keterampilan dan dengan dukungan masyarakat yang sangat besar, Dikatakannya, banyak kegiatan kongkret yang telah dilakukan oleh Pemda Bali dan masyarakat untuk membantu para penyandang cacat. walau demikian, katanya, kepedulian terhadap para penyandang cacat harus semakin ditingkatkan agar mereka dapat mandiri dan sukses dalam hidupnya.
Kepala PSBN Mahatmiya, Dra. Neneng Ratnaningsih mengatakan untuk saat ini ada 75 siswa yang mendapatkan pembinaan, Dikatakannya, selama ini berbagai program telah dijalankan untuk membantu para penyandang cacat, seperti misalnya bimbingan fisik, mental, sosial, kesenian, keterampilan maupun bimbingan kecerdasan. Selain yang masih dibina di panti, sebagian besar penyandang cacat lainnya sudah bisa mandiri dan tidak lagi tergantung dengan keluarga.
Dicontohkannya sejumlah siswa telah membuka usaha panti pijat maupun bekerja pada perusahaan lainnya, Dikatakan Neneng, tujuan utama pembinaan ini agar penyandang cacat memiliki keterampilan kerja, percaya diri, mampu hidup secarawajar bagi diri dan keluarganya dan mandiri.”Banyak Siswa disini yang telah mandiri dan membuka usaha sendiri,” terang Neneng. ( Sumber, Bali Post, Jumat kliwon, 31 juli 2009).