Archive for June, 2009

KONSULTASI KELUARGA PENERIMA MANFAAT PSBN MAHATMIYA 2009

Panti Sosial Bina Netra “Mahatmiya” Bali  pada tanggal 25 Juni 2009, telah melaksanakan acara konsultasi keluarga penerima manfaat dengan mengambil  Tema   Konsultasi Keluarga ; Peninggkatan Fungsi dan peran Keluarga Sebagai Pendukung Keberhasilan Rehabilitasi Penyandang Cacat bertempat di ruang data PSBN Mahatmiya. Acara ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahunan dan pemahaman kepada keluarga penerima manfaat tentang pentingnya peran, fungsi dan dukungan keluarga terhadap keberhasilan proses rehabilitasi, memberikan informasi peningkatan penerima manfaat dalam proses rehabilitasi dan sharing serta diskusi  tentang penerima manfaat dan dukungan yang dibutuhkan oleh penerima manfaat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan dukungan sosial dari keluarga terhadap penerima manfaat dalam proses rehabilitasi sosial. Kegiatan ini diikuti oleh 54 orang keluarga penerima manfaat dari wilayah Bali, dalam acara ini ditampilkan  pula aktraksi kesenian band penerima manfaat.

 

Kepala PSBN Mahatmiya Bali, Dra. Neneng Ratnaningsih mengatakan” Dukungan keluarga sangat penting  untuk keberhasilan proses rehabilitasi sosial, dukungan terpenting adalah memberikan penerima manfaat kesempatan untuk  mempraktekan ilmu dan keterampilan mereka dalam kehidupan sehari-hari, sebagai contoh adalah para penerima manfaat telah dilatih dipanti untuk hidup tanpa bantuan dalam melaksanakan kegiatan kebutuhan sehari-hari, seperti makan, mandi, mencuci, membereskan tempat tidur dan lainnya, akan tetapi pada waktu libur mereka kembali kerumah,  karena rasa sayang dan kekurang pamahaman mereka tentang proses rehabilitasi sosial, para anggota keluarga banyak yang memperlakukan mereka seperti sebelum mendapatkan rehabilitasi, dengan melayani aktifitas keseharian mereka, alhasil keterampilan yang telah para penerima manfaat dapatkan tidak dapat diaplikasikan bahkan terdegradasi kembali. Disinilah pentingnya kesempatan yang diberikan keluarga untuk tetap memelihara keterampilan yang telah mereka dapatkan.”

 

Dalam acara ini tampil pembicara dari LK3S Bali membawakan materi pemahaman intekasi dalam keluarga, masalah dan pemecahannya. selain itu tampil pula Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Bapak Suwoto memberikan penjelasan tentang proses rehabilitasi di PSBN Mahatmiya dan Psikolog PSBN Mahatmiya  memberikan presentasi tentang motivasi dan pentingnya dukungan keluarga terhadap penerima manfaat. Acara dilanjutkan dengan konsultasi keluarga dipandu oleh para pekerja sosial dan ditutup dengan ramah tamah dan makan siang.

THE “MAHATMIYA BAND” JADI PESERTA KOMPETISI PARADE BAND RRI DENPASAR TAHUN 2009


Bermain musik merupakan keterampilan yang tidak semua orang bisa melakukannya, tetapi melalui latihan musik yang teratur memungkinkan seseorang dapat melakukannya dengan baik, tidak terkecuali insan yang memiliki beberapa keterbatasan fisik, melalui beberapa pendekatan cara berlatih yang disesuaikan mereka dapat berlatih dan bermain musik layaknya manusia normal.

 

Adalah The Mahatmiya Band, sebuah group band dari Panti Sosial Bina Netra  Mahatmiya Bali beranggotakan 6 personil penyandang cacat, yang tengah berjuang membuktikan jati diri dan kemampuan mereka dalam dunia musik band. Di bawah bimbingan instruktur Bp. Basuki, group yang diawaki oleh Sukariawan dan Sahidun Doni (vokal), Agus Juli (melodi), Dewa Ari Sanjaya (rhytim), Getmi (bas), Sukrawan (drumb) dan Arsana (keyboard) pada hari Sabtu lalu (20 Juni 2009) menampilkan permainan musik mereka pada ajang kompetisi band bergengsi di Bali “RRI Denpasar Band Competition 2009”.

 

Kompetisi band yang digelar mulai Bulan April 2009 dan akan berakhir pada Desember 2009 ini diikuti oleh 40 group band di bali, menggunakan sistem penilaian berdasarkan pooling SMS, dan setiap penampilan group band disiarkan secara on air oleh RRI Denpasar agar para pemirsa radio diseluruh tanah air dapat ikut berpartisispasi memberikan penilaian serta dukungan pada group band favourit mereka melalui dukungan SMS yang mereka kirimkan. Perolehan peringkat sementara The Mahatmiya Band berdasarkan pooling saat ini berada pada peringkat 5 dengan dukungan 3.96% dari total SMS yang masuk.

 

Personel The Mahatmiya Band yang semuanya penyandang cacat netra (kecuali Getmi penyandang cacat tubuh) mengungkapkan bahwa ini adalah penampilan mereka untuk kali pertama bermain diluar lingkungan PSBN Mahatmiya , namun demikian mereka tidak merasa nervous atau demam panggung saat menampilkan permainan musiknya bahkan mereka merasa bersemangat dan senang karena ajang ini merupakan satu jalan bagi mereka untuk membuktikan bahwa band penyandang cacat bisa setara dengan group band mereka yang personelnya normal , hal ini sejalan dengan semangat yang tertanam dalam diri setiap personelnya bahwa “ kecacatan bukan halangan untuk berprestasi”, berkostum kaus hitam bertuliskan The Mahatmiya Band yang mereka kenakan menambah intern dengan suasana sabtu sore itu

 

, group dengan nomor peserta 22 ini tampil dengan membawakan lagu-lagu aliran pop yang sedang in saat ini, mampu memukau dan mengajak bergoyang bersama kepada para penonton yang ada dihalaman panggung terbuka RRI Denpasar.

 

 Menggali lebih dalam tentang cara mereka berlatih, menurut Getmi (bass) mereka berlatih dengan menggunakan bantuan audio, mereka dengarkan lagu-lagu yang akan dimainkan kemudian mencoba memainkan lagu tersebut satu persatu per alat musik, apabila masing masing personel dirasa telah menguasai lagu tersebut, maka kemudian mereka memainkannya bersama sebagai satu kesatuan lagu, pendekatan ini dilakukan karena pada saat ini belum ada partitur untuk pemain musik tuna netra.

 

Dalam kompetisi band ini setiap group band akan tampil 3 kali sesuai jadwal yang diatur panitia, dan peserta dibebaskan untuk mencari dukugan SMS sebanyak-banyaknya dari masyarakat luas, untuk mendukung The Mahatmiya Band,  pengemar harus mengirim SMS dengan cara mengetik GELAR (Spasi) 22 KIRIM Ke 3477,

 

Partisipasi dari masyarakat dalam pooling ini kepada The Mahatmiya Band akan mencerminkan seberapa besar dukungan masyarakat terhadap eksistensi penyandang cacat dalam kehidupan sebenarnya. Mari kita dukung The Mahatmiya Band agar para personelnya dapat setara dengan masyarakat normal lainnya.

 

Ketik GELAR (Spasi) 22 KIRIM KE 3477, KALAU BUKAN KITA YANG MENDUKUNG, SIAPA LAGI ???

PEMANTAPAN PETUGAS SOSIAL DILINGKUNGAN PSBN MAHATMIYA


        Kinerja petugas sosial dan pekerja sosial akan tergantung dari pengetahuan, wawasan, semangat dan penguasaan pemecahan masalah-masalah yang dialami oleh sasaran garapannya, selain juga tergantung pada fasilitas pelayan yang ada.

        Faktor pengetahuan dan semangat sangat menentukan etos kerja pekerja sosial dalam memberikan pelayan kepada para penerima manfaat, untuk itu pengetahuan dan semangat harus selalu diasah dan dikembangkan agar pelayanan yang diberikan dapat dilakukan dengan lebih baik dan semakin meningkat dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan permasalahan sosial di masyarakat.

        PSBN Mahatmiya merupakan Unit Pelaksana Teknis Departemen Sosial RI dalam melaksanakan tugas pelayanan dan rehabilitasi sosial penyandang cacat netra baik pelayanan di dalam dan diluar panti, Berdasarkan Keputusan Menteri Sosial RI No. 85/HUK/2007  tahun 2007 untuk melaksanakan uji coba pelayanan multi layanan tidak hanya memberikan pelayanan kepada penyandang cacat netra saja tetapi juga harus dapat memberikan pelayanan dan rehabilitasi kepada para penyandang cacat tubuh ringan, penyandang cacat mental ringan dan penyandang cacat rungu wicara yang berada diwilayah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Namun permasalahan sosial tidak dapat dikelola dan ditangani oleh lembaga pemerintah saja, melainkan harus ditangani secara lintas sektoral dengan melibatkan semua unsur masyakat, pengusaha , dan LSM yang berkompeten dengan masalah sosial.

         Pelayanan rehabilitasi sosial yang dilakukan oleh PSBN Mahatmiya, selain dilakukan didalam panti juga dilakukan diluar panti dengan sistem home care dan day care, juga dilakukan perluasan pelayanan pekerja sosial  kepada panti-panti masyarakat dan pemerintah daerah dengan cara memberikan pelayanan pendampingan agar panti- panti tersebut dapat memberikan pelayanan sesuai dengan standar profesi pekerjaan sosial.

        Atas dasar pemikiran seperti itu, maka pada Tanggal 19-20  Mei 2009 telah dilakukan Pemantapan Petugas Sosial dilingkungan PSBN Mahatmiya, bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan, keterampilan dan wawasan bagi pekerja sosial di lingkungan PSBN Mahatmiya Bali agar dapat memberikan pendampingan profesi pekerja sosial profesional kepada panti milik masyarakat. Dalam kegiatan ini para peserta mendapatkan materi case management, interview dan recording         yang disampaikan oleh nara sumber Dra. Uke Hani Rasalwati, M.Si, dan Drs. Aam Muharam, M.Si. dari STKS Bandung. Selain dibekali materi teori, para pesertapun diberikan kesempatan untuk melakukan praktek wawancara  pekerja sosial profesional, untuk menggali dan mendalami permasalahan klien.

        Kegiatan yang diikuti oleh 13 orang petugas sosial dilingkungan PSBN Mahatmiya ini diikuti dengan antusias oleh semua peserta karena ini merupakan bekal bagi pekerja sosial dalam memberikan Pelayanan pendampingan kepada panti sosial milik masyarakat dan pemerintah daerah diwilayah Kabupaten Tabanan dan kabupaten Badung.

       

PAMERAN DALAM RANGKA ASIA CONFERENCE ON CHILD SEX TOURISM

Konferensi yang berlangsung tanggal 18-20 Maret 2009 bertempat di Sanur Paradise Plaza Hotel - Bali ini bertujuan mendiskusikan permasalahan eksploitasi komersil anak di kawasan wisata di Asia Tenggara. Para pesrta saling berbagi pengalaman dalam memerangi masalah pariwisata seks anak yang telah dikembangkan /dilaksanakan, serta menyususn mekanisme kerjasama dalam memerangi atau mengatasi masalah pariwisata seks anak di Asia Tenggara.

Konferensi yang diorganisisr PKPA dan ECPAT affiliate group in Indonesia dan didampingi secara teknis oleh ECPAT  Internasional ini menghadirkan sedikitnya 25 pemvicara dari berbagai negara. Konferensi ini didukung oleh Pemerintah Indonesia ( Departemen Sosial, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Pemberdayaan Perempuan), Aus Aid Australian, THD Belanda, Plan Internasional, UNICEP Indonesia, CMC Netherland, The Japan Foundation, Majalah Foru Keadilan, Smart FM, Luxo Magazine, Restu Printing.

Konferensi tersebut dihadiri oleh 300 Peserta dari negara-negara Asia Tenggara dan Negara lainnya di Eropa, Amerika, Afrika dan Asia.

Disamping konferensi juga dilaksanakan pameran oleh lembaga-lembaga baik pemerintah maupun swasta, Non Government Organization (NGO) yang concern terhadap permasalahan anak termasuk Panti  Sosial Bina Netra MahatmiyaTabanan Bali bersama Direktorat Jenderal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Departemen Sosial RI, juga berkesempatan mengisis salah satu stand pameran, yang bertujuan mensosialisasikan PSBN Mahatmiya Bali serta proses pelayanan dan rehabilitasi yang dilaksanakan baik dalam panti maupun di luar panti.

Written by: I Ketut Supena, Sos, M.Si.