PROGRAM AFTER CARE PSBN MAHATMIYA TINGKATKAN SDM TUNA NETRA
Panti Sosial Bina Netra Mahatmiya, sebagai salah satu Unit Pelayanan Teknis Departemen Sosial yang membidangi pelayanan sosial dan rehabiltasi terhadap para tuna netra di wilayah Bali, NTB dan NTT pada tanggal 21-26 Nopember 2008 telah melaksanakan kegiatan pelayanan after care bagi penyandang cacat netra di Provinsi Bali. Pelaksanaan kegiatan ini bertempat di Pusat Informasi dan Pelayanan Vokasional Penyandang Cacat (PPIPC), Jalan Srema Mendra No.3 Denpasar.
Pembukaan acara tersebut yang berlangsung pada Jumat 21 November 2008, dihadiri Dinas Sosial Provinsi Bali, Dinas Sosial Kota Denpasar, Ketua Pertuni Bali, UPTD Dinas Sosial Provinsi Bali, Kepala PSBN Mahatmiya dan undangan lainnya.
Kepala PSBN Mahatmiya, Dra, Neneng Ratnaningsih mengatakan “Kegiatan ini merupakan pemantapan, sehingga para tuna netra yang selama ini memberikan pelayanan massage kepada masyarakat bisa lebih profesional, seiring dengan perkembangan zaman, teknik atau ilmu massage yang akan terus berkembang, karena itu para peserta penting diberi pemantapan atau bimbingan agar kualitas pelayanannya meningkat.”
Kepala PSBN Mahatmiya menambahkan ” ini merupakan salah satu program PSBN Mahatmiya untuk memantau sejauhmana perkembangan mantan penerima manfaat kami setelah kembali ke masyarakat, setelah dipantau ternyata mereka memerlukan penyeragaman gerakan manipulasi dalam memijat, dari tahun ke tahun ilmu memijat selalu berkembang, karena itu perlu penyegaran-penyegaran. “
Sasaran kegiatan after care adalah mantan penerima manfaat (klien) PSBN Mahatmiya yang telah bersertifikat dan telah tamat diatas lima tahun. kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta yaitu 6 orang dari Pertuni Kodya Denpasar, 19 Orang dari Kube Dharmabakthi Denpasar, 2 orang dari kecamatan Kediri Tabanan dan 3 orang dari Pertuni Karangasem serta 3 orang instruktur massage.
Tujuan Kegiatan ini adalah untuk memantapkan gerakan massage khususnya massage sport, menyeragamkan gerakan manipulasi massage sport, mengurangi resiko yang ditimbulkan oleh massage dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar lebih profesional dan percaya diri.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali dalam sambutanya yang dibacakan Drs. Made Sudana menyambut baik kegiatan ini, bimbingan ini sangat relevan dengan misi pemerintah untuk meningkatkan SDM penyandang cacat, dengan meningkatnya kualitas massage diharapkan mereka mampu memenangkan persaingan. (Sumber: Balipost)