ANYAMAN DARI TANGAN-TANGAN TERAMPIL
Salah satu kegiatan yang termasuk dalam kegiatan keterampilan praktis produktif yang ada di PSBN Mahatmiya adalah “Keterampilan Anyaman”. Ini sangat janggal kedengarannya,bila ada seorang penyandang cacat netra dapat menganyam dengan tangannya sendiri? Di sinilah letak keunggulan dari PSBN Mahatmiya.
Dengan mendatangkan instruktur anyaman khas Bali, dan di dampingi oleh pekerja sosial maka penerima manfaat melaksanakan kegiatan tersebut seminggu dua kali, yaitu setiap hari Selasa dan Kamis. Karena pada dasarnya warga Bali sangat menjunjung tinggi adat istiadatnya, maka kegiatan menganyam sudah tidak asing lagi baginya. Membuat canang, bokor, daksine dan ingke, sudah biasa bagi warga
Seperti halnya ingke, merupakan anyaman dari bahan dasar lidi yang bentuknya menyerupai piring/cawan kecil, bahkan ingke yang besar dapat digunakan sebagai tempat buah. Mula-mula beberapa lidi diikat dengan tali plastik dan kita membuat 7 buah bendel lidi. Setelah itu kita akan menyusun/menganyamnya membentuk sudut segi tujuh. Kemudian kaitkan ujung dan pangkal lidi yang telah membentuk segi tujuh secara terus-menerus, sampai membentuk lingkaran. Ingke telah terbentuk, kini tinggal melepaskan pengikat tali plastik dan merapikannya dengan memotong sisa-sisa lidi yang tidak diperlukan lagi.
Nah, sangat mudah bukan membuatnya? Dari Tangan-tangan mereka inilah lahir karya-karya anyaman khas