Archive for October, 2008

Partisipasi PSBN Mahatmiya Pada Asia Pacific Regional Conference on Ageing

Penanganan permasalahan sosial tidak hanya dapat dilaksanakan oleh hanya satu pihak atau satu lembaga saja, tetapi harus dilakukan secara bersama-sama oleh semua pihak dengan pendekatan dan pelayan holistik.

 

Departemen Sosial RI, pada tanggal 13 sd 16 Oktober 2008, bekerja sama dengan Help Age Internasional (HAI) serta Yayasan Emong Lansia (YEL), menyelenggarakan konferensi kelanjutusiaan regional Asia Pasifik, bertempat di Hotel Jayakarta Kuta Bali, Konferensi yang di buka oleh Bapak Direktur Jendral Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Departemen Sosial RI ini dihadiri oleh  21 negara delegasi dikawasan Asia Fasifik.

 

PSBN Mahatmiya Sebagai Unit Pelaksana Teknis Departemen Sosial di bidang rehabilitasi sosial dalam acara ini diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan pameran pelayanan rehabilitisasi sosial, dengan mengisi stand pameran yang telah disediakan panitia untuk memberikan informasi tentang kegianan pelayanan di panti, stand ini juga memberikan pelayanan pijat refleksi, shiatsu, so tai ho dan sport bagi pengunjung yang memerlukan pijat. Selain itu PSBN Mahatmiya pun berpartisipasi dalam mengisi acara dinner yang diselenggarakan oleh menteri sosial dengan  menampilkan kesenian gong dan tarian Panyembrahme sebagai ucapan selamat datang untuk para delegasi. Tarian ini merupakan hasil kolaborasi PSBN Mahatmiya dengan SLB B Tuna Rungu WicaraTabanan, Penabuh gamelan berasal dari PSBN Mahatmiya dan penarinya dari SLB B Tabanan. Hasil kolaborasi ini memiliki keunikan tersendiri karena para penabuh tidak bisa melihat penari dan gamelannya, sementara penari tidak bisa mendengarkan tabuhan gamelannya. Penampilan ini mendapatkan tepuk tangan yang luar biasa dari pengunjung yang sangat terkesan dengan keindahan tarian dan keterbatasan yang dimiliki oleh penabuh dan penarinya.( Ditulis dan di posting oleh I.Rusmana)

KETERAMPILAN TATABOGA

            Secara harfiah tataboga merupakan kegiatan yang berhubungan dengan cara masak-memasak, cara penyajian, pemahaman tentang kandungan nutrisi/gizi pada setiap makanan, dan di dalamnya juga terdapat unsur seni memasak. Terkadang sering dijumpai jenis masakannya sama dan resep masakannya pun juga sama tetapi hasil masakannya rasanya berbeda, sebab ada istilah yang sering kita dengar “Beda Tangan Beda Rasa”, inilah letak seninya. Kegiatan memasak bagi setiap orang merupakan hal yang wajar. Namun kini siapa menyangka bila ada kegiatan tataboga dapat dikerjakan oleh penerima manfaat di lingkungan PSBN Mahatmiya.

 

            Di PSBN Mahatmiya penerima manfaat dapat memilih jenis keterampilan yang ada, salah satunya adalah keterampilan tataboga. Penerima manfaat yang tuna netra di bimbing oleh instruktur dan pekerja sosial pada mulanya di perkenalkan dengan alat masak/alat-alat dapur, seperti loyang, kompur, pisau, oven, dan lain sebagainya yang semuanya itu harus dirabakan/dikenalkan kepada penerima manfaat yang tuna netra. Pengenalan terhadap bumbu-bumbu dapur atau adonan kue, itu pun harus di rabakan bahkan kalau perlu digunakan indra penciuman, seperti bagaimana cara membedakan antara jahe, kunyit, dan lengkuas, itu semua tidak cukup di rabakan saja tapi juga harus menggunakan indra penciuman. Begitu halnya dengan cara membedakan antara tepung trigu dan tepung beras, ke-duanya harus dirabakan/di perbandingkan.

 

            Dalam kegiatan tataboga ini materi yang diajarkan adalah membuat kue dan makanan yang diambilkan dari resep-resep makanan yang sudah lazim. Sebagai contoh yaitu kue bolu, onde-onde, kacang telor, kripik pisang, nasi kuning, nasi goreng, dan masakan-masakan yang lain. Di sinilah letak keunikan dari masing-masing penerima manfaat dalam proses pembuatannya. Misalnya dalam proses pembuatan karamel, terkadang adonannya/takarannya berlebih atau justru ada yang kurang. Dan begitu halnya dengan proses pengovenan adonan bila tidak diperhatikan waktunya maka yang akan terjadi adalah adonan kue karamelnya menjadi gosong. Dalam kegiatan ini instruktur dan pembimbing harus benar-benar memberikan perhatian lebih kepada penerima manfaat agar disiplin mentaati apa yang telah diajarkan.

Selengkapnya »

ANYAMAN DARI TANGAN-TANGAN TERAMPIL


                Salah satu kegiatan yang termasuk dalam kegiatan keterampilan praktis produktif yang ada di PSBN Mahatmiya adalah “Keterampilan Anyaman”. Ini sangat janggal kedengarannya,bila ada seorang penyandang cacat netra dapat menganyam dengan tangannya sendiri? Di sinilah letak keunggulan dari PSBN Mahatmiya.

                Dengan mendatangkan instruktur anyaman khas Bali, dan di dampingi oleh pekerja sosial maka penerima manfaat melaksanakan kegiatan tersebut seminggu dua kali, yaitu setiap hari Selasa dan Kamis. Karena pada dasarnya warga Bali sangat menjunjung tinggi adat istiadatnya, maka kegiatan menganyam sudah tidak asing lagi baginya. Membuat canang, bokor, daksine dan ingke, sudah biasa bagi warga Bali. Perlengkapan-perlengkapan tersebut pada dasarnya digunakan untuk persembayangan, dan bahan dasar pembuatannya berasal dari bahan anyaman seperti janur atau dari bahan anyaman lidi.

                Seperti halnya ingke, merupakan anyaman dari bahan dasar lidi yang bentuknya menyerupai piring/cawan kecil, bahkan ingke yang besar dapat digunakan sebagai tempat buah. Mula-mula beberapa lidi diikat dengan tali plastik dan kita membuat 7 buah bendel lidi. Setelah itu kita akan menyusun/menganyamnya membentuk sudut segi tujuh. Kemudian kaitkan ujung dan pangkal lidi yang telah membentuk segi tujuh secara terus-menerus, sampai membentuk lingkaran. Ingke telah terbentuk, kini tinggal melepaskan pengikat tali plastik dan merapikannya dengan memotong sisa-sisa lidi yang tidak diperlukan lagi.

                Nah, sangat mudah bukan membuatnya? Dari Tangan-tangan mereka inilah lahir karya-karya anyaman khas Bali. Dan nantinya para penyandang cacat diharapkan dapat mandiri serta dapat berdaya guna dalam usaha ekonomi produktif, dengan tidak meninggalkan ciri khas yang telah secara alamiah telah dimiliki warga Bali.

Keluarga Besar Panti Sosial Bina Netra”MAHATMIYA” Bali

mengucapkan

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1429 H

mohon maaf lahir dan bathin